Pameran “Cagar Budaya: Bangkit dari Bencana”


berita 03 Agustus 2022 Bagikan

1 / 8
Suasana stan pameran BPCB DIY di Vredeburg Fair 2022 (Foto: Dok. BPCB DIY 2022)
2 / 8
Pengunjung memotret informasi yang terdapat pada panel pameran (Foto: Dok. BPCB DIY 2022)
3 / 8
Seorang anak serius memperhatikan materi pameran (Foto: Dok. BPCB DIY 2022)
4 / 8
Edukator memandu pengunjung pameran (Foto: Dok. BPCB DIY 2022)
5 / 8
Seorang Ibu bersama kedua anaknya menyaksikan film di stan pameran BPCB DIY (Foto: Dok. BPCB DIY 2022)
6 / 8
Pengunjung bermain permainan di media interaktif BPCB DIY (Foto: Dok. BPCB DIY 2022)
7 / 8
Pengunjung berpose dengan membawa merchandise pameran BPCB DIY (Foto: Dok. BPCB DIY 2022)
8 / 8
Pengunjung berpose dengan membawa merchandise pameran BPCB DIY (Foto: Dok. BPCB DIY 2022)

Eksistensi cagar budaya yang ada di Yogyakarta telah melewati berbagai tantangan selama perjalanannya melintasi zaman. Ada berbagai faktor yang setiap saat dapat mengancam kelestarian cagar budaya. Faktor tersebut meliputi faktor internal yaitu usia, kekuatan bahan, maupun dari faktor eksternal meliputi unsur biotik yakni manusia, mikroorganisme, serangga; maupun unsur abiotik antara lain suhu, kelembapan, cuaca, hingga bencana alam.

Bencana alam adalah salah satu faktor yang mengancam kelestarian cagar budaya. Bencana alam kerap menjadi momok dalam usaha pelestarian cagar budaya di Yogyakarta, utamanya letusan gunung berapi dan gempa.

Berpijak dari realitas tantangan pelestarian cagar budaya tersebut, Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi daerah Istimewa Yogyakarta menggelar pameran cagar budaya bertema “Cagar Budaya: Bangkit dari Bencana” dalam acara Vredeburg Fair 2022 di Museum Benteng Vredeburg. Tema pameran disesuaikan dengan tema besar acara yaitu “Bregas Gumregah” yang artinya bangkit dengan gagah. Pameran tersebut berlangsung dari 28 Juli hingga 1 Agustus 2022 bertempat di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Materi yang disajikan dalam pameran dibagi ke dalam 4 bagian. Pertama, menampilkan kerusakan Candi Prambanan akibat gempa 27 Mei 2006. Kedua, menyuguhkan informasi mengenai proses pemugaran Candi Prambanan pascagempa. Ketiga, menyajikan kondisi Candi Prambanan yang diselimuti abu vulkanik Gunung Kelud beserta upaya penanggulangannya. Dan keempat, menggambarkan dampak pandemi covid-19 terhadap situs cagar budaya dan upaya untuk bisa dapat mendekatkan masyarakat dengan cagar budaya di antaranya melalui kegiatan jelajah budaya yang dilaksanakan secara daring.

Selain menyajikan keempat panel informasi di atas, dalam pameran ini juga menayangkan film animasi “Dharma Siwa Grha” yang menceritakan sejarah pendirian Candi Prambanan dan film fiksi “Pelik Candi Ijo”. Disediakan pula media interaktif beberapa aplikasi permainan bertema cagar budaya.

Pengunjung pameran BPCB DIY berasal dari masyarakat dengan berbagai latar belakang, seperti, pelajar, mahasiswa, wisatawan lokal maupun mancanegara, dan berbagai komunitas. Adanya pameran yang diselenggarakan oleh BPCB DIY dalam acara Vredeburg Fair 2022, diharapkan mampu mengenalkan cagar budaya ke khalayak luas dan menumbuhkan kesadaran untuk bersama-sama peduli terhadap kelestarian cagar budaya.

 

Ditulis oleh Eko Susanto

Pengkaji Pelestarian Cagar Budaya BPCB DIY

Baca Juga