Pengenalan Cagar Budaya Kepada Anggota Pramuka Melalui Film


berita 11 November 2022 Bagikan

1 / 4
Peserta lomba pramuka sedang menyaksikan film bertema cagar budaya [Foto: Dok. BPCB DIY/Winarno]
2 / 4
Antrean peserta lomba pramuka ke dalam gedung pemutaran film [Foto: Dok. BPCB DIY/Winarno]
3 / 4
Sambutan Wakil Ketua Binamuda Kwarda DIY[Foto: Dok. BPCB DIY/Winarno]
4 / 4
Peserta lomba pramuka sedang menyaksikan film bertema cagar budaya [Foto: Dok. BPCB DIY/Winarno]

Publikasi cagar budaya merupakan satu dari sekian banyak upaya pelestarian cagar budaya.  Pengenalan cagar budaya kepada masyarakat penting dilakukan, karena dapat menjadi stimulus munculnya kesadaran publik untuk turut menjaga lestarinya cagar budaya sebagai peninggalan sejarah yang kaya akan nilai luhur bangsa. 

Strategi pengenalan cagar budaya kepada publik yang mampu menyasar berbagai usia dan kalangan dapat dilakukan melalui media film. Film adalah sebuah media efektif dan efisien untuk menyampaikan ide, nilai, dan  pesan kepada khalayak, termasuk tentang cagar budaya. Selain itu, film dapat menjangkau masyarakat luas karena bersifat egaliter dan dapat diputar dengan menggunakan berbagai perangkat elektronik. 

Pada Rabu (9/11/2022), Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi D.I. Yogyakarta (BPCB DIY) bekerjasama dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka D.I. Yogyakarta mengadakan kegiatan pemutaran film bertema cagar budaya. Pemutaran film diadakan guna menjadi salah satu kegiatan bertajuk “Apresiasi Film” pada Lomba Tingkat IV Regu Pramuka Penggalang tahun 2022 (LT IV). Kegiatan tersebut diselenggarakan di Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna, Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman dengan diikuti oleh peserta lomba yang berasal dari utusan Kwartir Cabang se-Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Film yang ditayangkan dalam kegiatan tersebut berjumlah 4 film yang semuanya diproduksi BPCB DIY, yakni:

  1. Dharma Siwa Grha, menceritakan tentang sejarah pembangunan Candi Prambanan.
  2. Pelik Candi Ijo, sebuah film fiksi berlatar Candi Ijo.
  3. Wilujengan, film fiksi tentang sejarah masuknya rempah ke wilayah Yogyakarta.
  4. Rempah-Rempah Cinta, film fiksi tentang pemanfaatan rempah untuk kecantikan.

Pada kesempatan tersebut, Arifin Budiharjo selaku Wakil Ketua Binamuda Kwartir Daerah D.I. Yogyakarta mengungkapkan bahwa pengenalan cagar budaya kepada pelajar, khususnya anggota pramuka penting untuk dilakukan untuk memperkuat pendidikan karakter bangsa. “Adanya kegiatan Apresiasi Film yang terdapat dalam acara Lomba Tingkat IV Regu Pramuka Penggalang tahun 2022 (LT IV) ini diharapkan mampu menggugah kesadaran para anggota pramuka untuk dapat mencintai peninggalan sejarah bangsa, selain itu dengan menyaksikan film ini, harapannya wawasan tentang kebudayaan akan semakin meningkat dan mampu membantu dalam membentuk karakter/jatidiri bangsa” pungkas Arifin. 

Kegiatan pemutaran film adalah salah satu wujud Komitmen BPCB DIY untuk mengenalkan cagar budaya kepada generasi muda. Di samping itu, tentu saja ke depannya BPCB DIY akan melakukan berbagai program kegiatan yang  membuka kesempatan kerjasama dengan berbagai pihak untuk turut serta melestarikan cagar budaya.

 

Ditulis oleh Eko Susanto

Pengkaji Pelestarian Cagar Budaya

di Balai Pelestarian Cagar Budaya D.I. Yogyakarta

Baca Juga