Rilis Pers Pameran Sejarah Arung Samudradan Warisan Budaya Rempah Nusantara “PENUNGGANG GELOMBANG”


pengumuman 14 Juni 2022 Bagikan

     Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi akan menggelar Pameran Sejarah Arung Samudra dan Warisan Budaya Rempah Nusantara berjudul “Penunggang Gelombang” pada 14-21 Juni 2022 di Gedung Cendrawasih, Teras Malioboro I, Jalan Margomulyo, Ngupasan, Yogyakarta.

     Pameran ini digelar guna mendukung Program Jalur Rempah dari Kementerian, Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program Jalur Rempah adalah salah satu program prioritas dari Kemendikbudristek yang diluncurkan pada tahun 2020, dan akan berlangsung hingga tahun 2024. Tujuan dari Program Rempah yaitu mengupayakan Jalur Rempah agar bisa diakui oleh UNESCO sebagai Jalur Budaya Warisan Dunia. Pameran ini dilaksanakan sebagai wujud upaya menyosialisasikan Program Jalur Rempah kapada khalayak luas, serta menginternalisasikan nilai-nilai sejarah, ilmu pengetahuan, dan budaya yang berkaitan dengan Jalur Rempah serta warisan budaya rempah.

     Pameran yang dikuratori oleh Sri Margana, Sejarawan yang juga staf pengajar di Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada ini menyuguhkan mozaik sejarah arung Samudra dan perdagangan rempah para pelaut Nusantara gelombang pertama pada awal masehi berdasarkan berbagai catatan para pelaut, kartografis, litograp dan penulis asing serta bukti-bukti prasasti dan artefak yang ditemukan di Indonesia, hingga kejayaan maritim Mataram pada abad ke-17.

     Dalam pengantar kuratorialnya, Sri Margana membagi pameran ini dalam lima klaster yang dikelompokan secara tematik kronologis. Bagian Pertama, bertema “Penunggang Gelombang”, menyajikan kesaksian para pelaut, kartografer, litographer dan penulis asing tentang reputasi pelaut Nusantara dalam arung samudra serta perkembangan ilmu navigasi dan tipe-tipe kapal yang mereka gunakan.

     Bagian Kedua, terdapat mural tentang kosmologi maritim Mataram (Kota Gede, Kerta, Pleret, Kartasura), dan penerusnya (Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta) yang oleh para sejarawan lebih dikategorikan sebagai kerajaan agraris. Dalam kosmologi ini tampak Kesultanan Yogyakarta hendak mengadopsi 3 unsur-unsur dan pandangan kemaritimannya melalui konsep, toponimi dan mitologi. Seperti misalnya di Yogyakarta yang
mengenalkan “garis imajiner” yang menempatkan Laut Selatan sebagai halaman (alun-alun) utama. Struktur ruang imajiner ini mengadopsi sekaligus membaliknya struktur ruang kerajaan Islam pertama Demak yang terletak di pesisir utara Jawa.

     Bagian Ketiga, menampilkan kronik disertai dengan infografis tentang upaya-upaya politik Mataram dalam menguasai perdagangan maritim di pelabuhan-pelabuhan di sekitar Laut Jawa dari Batavia hingga ujung Timur Jawa, dari Sulawesi, Sukadana di Kalimantan, hingga Jambi dan Palembang di Sumatera. Bahkan upaya menjalin hubungan dengan Portugis di Malaka sempat dilakukan.

     Bagian Keempat, yaitu menyuguhkan karya instalasi berupa dua replika jenis kapal nusantara dan artefak-artefak yang berkaitan dengan perdagangan dan pengolahan rempah serta jenis rempah utama yang diperdagangakan selama periode perdagangan maritim Nusantara hingga abad ke 18. Dua replika karya seniman berbakat Tita Rubi ini adalah replika salah satu kapal yang dipahatkan dalam relief Candi Borobudur dan yang ke dua
adalah Replika Kapal Perang Madura.

     Bagian Kelima, menyajikan warisan budaya rempah yang hingga kini masih dikembangkan dalam berbagai bentuk produk kuliner tradisional (jamu dan kue-kue kudapan), yang disajikan oleh kelompok UMKM yang dikoordinir oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.

     Pameran akan dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi D.I. Yogyakarta, Dra. Zaimul Azzah, M.Hum. pada 14 Juni 2022, pukul 14.00-15.30 WIB bertempat di Gedung Cirebon dan Gedung Cendrawasih, Teras Malioboro I. Hari pembukaan pameran dipilih bertepatan dengan peringatan hari purbakala, yang diambil dari tanggal berdirinya lembaga purbakala Hindia Belanda, Oudheidkundige Dienst, yaitu 14 Juni. Digelarnya pameran ini sekaligus merayakan HUT ke-109 Purbakala. Pameran terbuka untuk umum dan gratis. Dapat mulai dikunjungi mulai tanggal 14 Juni 2022 pukul 15.30-21.00 WIB, dan tanggal 15 s.d. 21 Juni 2022 buka pukul 09.00-21.00 WIB.

     Selama pameran berlangsung, juga diadakan berbagai acara untuk publik, yaitu Talkshow Bincang Rempah dan Workshop Meramu Rempah untuk Kuliner. Dalam pameran ini juga mempromosikan aneka produk kreatif makanan dan minuman berbahan rempah hasil kreativitas dari berbagai UMKM, yang tentunya berkhasiat bagi kesehatan tubuh.

     Pameran ini dapat terselenggara atas kerja gotong-royong dari berbagai pihak antara lain:
Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, Dinas Kebudayaan Sleman, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Daerah Istimewa Yogyakarta, Balai Layanan Bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Teras Malioboro 1, Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Tim Kosmopolis Rempah UGM, Departemen Sejarah FIB UGM, Jurusan Tata Kelola Seni FSR ISI Yogyakarta, Kinara Vidya, Museum Sonobudoyo, Masyarakat Sejarawan Indonesia Yogyakarta, dan seniman Tita Rubi.

Yogyakarta, Juni 2022

Kontak
Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi DIY
Jalan Yogya-Solo Km.15, Bogem, Kalasan, Sleman, Yogyakarta
Telp: (0274) 496019
Surel: bpcbdiy@kemdikbud.go.id
Laman: bpcbdiy.kemdikbud.go.id
Instagram: @bpcb_diy
Facebook: Balai Pelestaraian Cagar Budaya Yogyakarta
Youtube: Purbakala Yogya BPCBDIY
Narahubung: 085641230117

Baca Juga

Cagar Budaya Tutup Sementara

pengumuman 26 Juli 2021

Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia agar melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 (empat) dan Level 3...

Layanan Daring BPCB DIY

pengumuman 08 Februari 2021

Kepada Sahabat Cagar Budaya sekalian, kami informasikan bahwa dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk pengendalian...