Seminar Jalur Rempah “Strategi Mengangkat Jenama Warisan Budaya Rempah”


berita 25 Juli 2022 Bagikan

1 / 8
Seminar Jalur Rempah “Strategi Mengangkat Jenama Warisan Budaya Rempah”
2 / 8
Sambutan Ka.Subbag Tata Usaha BPCB DIY (Foto: BPCB DIY 2022)
3 / 8
Penyampaian materi oleh Drs. Tjahjono Prasodjo, M.A. (Foto: BPCB DIY 2022)
4 / 8
Penyampaian materi oleh Prof. Dr. M. Baiquni, M.A. (Foto: BPCB DIY 2022)
5 / 8
Penyampaian materi oleh Heru Heryawan (Foto: BPCB DIY 2022)
6 / 8
Diskusi interaktif antara peserta dengan narasumber (Foto: BPCB DIY 2022)
7 / 8
Diskusi interaktif antara peserta dengan narasumber (Foto: BPCB DIY 2022)
8 / 8
Foto bersama Narasumber dan peserta Seminar (Foto: BPCB DIY 2022)

Ditilik dari latar belakang historis, rempah memiliki potensi besar untuk dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Rempah memiliki banyak manfaat, antara lain untuk kesehatan, kosmetik, kuliner, pengharum (aroma terapi), dan lain-lain. Banyaknya manfaat yang dikandung rempah, menjadikanya bernilai ekonomis tinggi.

Di masa lalu rempah menjadi primadona yang sangat dibanggakan, namun dalam perjalanannya seakan surut bak ditenggelamkan zaman. Potensi rempah yang sedemikian besar acap kali sering menemui hambatan karena rempah dianggap terlalu kuno dan kalah pamor dibanding produk-produk lain (termasuk produk luar negeri) yang kini sedang tren dan banyak digandrungi masyarakat. Didasari atas hal tersebut, Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (BPCB DIY) mempunyai misi untuk menggaungkan kembali warisan budaya rempah dalam masyarakat melalui berbagai kegiatan, salah satunya seminar.

Pada Kamis (21/07/2022), BPCB DIY menyelenggarakan kegiatan Seminar Jalur Rempah dengan tema “Strategi Melambungkan Jenama Produk UMKM Berbasis Budaya Rempah agar Mendunia”, bertempat di Erista Garden, Dukuh Demen, Desa Pakem Binangun, Kapanewon Pakem, Sleman, D.I. Yogyakarta. Seminar yang dilaksanakan oleh BPCB DIY juga merupakan wujud dukungan terhadap Program Jalur Rempah sebagai program prioritas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknonologi dari tahun 2020 hingga 2024 dengan harapan Jalur Rempah dapat ditetapkan UNESCO sebagai Jalur Warisan Budaya Dunia.

Kegiatan Seminar Jalur Rempah tersebut, menghadirkan tiga narasumber yakni: 1) Prof. Dr. M. Baiquni, M.A. dari Tim Kosmopolis Rempah Universitas Gadjah Mada ; 2) Drs. Tjahjono Prasodjo, M.A. dari Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada; 3) Heru Heryawan selaku Profesional Konsultan Branding. Peserta yang turut hadir dalam seminar berasal dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, pelaku UMKM, dan perwakilan desa wisata.

Acara seminar diawali sambutan oleh Ka.Subbag Tata Usaha BPCB DIY, Manggar Sari A. S.S., M.A yang sekaligus membuka jalannya kegiatan. Acara inti seminar yaitu pemaparan materi oleh ketiga narasumber yang dipandu oleh moderator. Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., beliau menyampaikan materi pokok berupa “Pariwisata Kosmopolis Rempah, Strategi UKMM Berbasis Budaya Rempah”. Materi kedua disampaikan oleh Drs. Tjahjono Prasodjo, M.A., beliau menjelaskan materi inti yaitu “Rempah sebagai Komoditas Unggulan Mataram Sejak Masa Lalu dalam Bingkai Kekinian”. Materi terakhir disampaikan oleh Heru Heryawan berupa materi yang langsung berkaitan dengan praktik berupa “Potensi dan Tantangan Produk Berbasis Budaya Rempah” dari segi pengelolaan usaha dan strategi marketing yang baik.  Kemudian disusul diskusi tanya jawab antara narasumber dengan peserta.

Diselenggarakannya kegiatan Seminar Jalur Rempah dengan tema “Strategi Melambungkan Jenama Produk UMKM Berbasis Budaya Rempah agar Mendunia” diharapkan mampu memberikan suntikan ide, inspirasi, dan pengetahuan kepada para pelaku usaha lokal untuk mengembangkan usahanya. Para pelaku UMKM didorong untuk mendongkrak potensi rempah yang ada di sekitarnya dengan mengemas rempah sebagai produk kreatif. Pengelolaannya pun harus dibarengi dengan sistem manajemen yang profesional, agar bisa berkembang di tingkat nasional, bahkan sampai ke pasar internasional.

 

Ditulis oleh Eko Susanto, S.Pd.

Pengkaji Pelestarian Cagar Budaya di BPCB DIY

Baca Juga

Pemugaran Candi Induk Kedulan

berita 18 Januari 2019

Candi Kedulan merupakan candi bercorak Hindu yang terdapat di Dusun Kedulan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi...

Rekonstruksi Stupa Dawangsari

berita 06 Juli 2022

Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BPCB DIY) melaksanakan kegiatan Rekonstruksi Stupa Dawangsari di Situs...