Candi Miri

Cagar Budaya Tidak Bergerak
08 Maret 2021 08 Maret 2021
Bagikan

1 / 3
Candi Miri (Foto: Dok. BPCB DIY tahun 2019)
2 / 3
Situasi Candi Miri (Foto: Dok. BPCB DIY tahun 2012)
3 / 3
Kegiatan Ekskavasi Candi Miri (Foto: Dok. BPCB DIY tahun 2019)
KETERANGAN

Candi Miri terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi candi ini berada di perbukitan Baturagung dengan ketinggian ± 300 meter dari di atas permukaan laut (mdpl).

Keberadaan Candi Miri telah disebutkan dalam catatan Hoepermans dalam Hindoe-Oudheden pada tahun 1864-1867, Rapporten van Oudheidkundige Commisie (ROC) tahun 1909, Rapporten van den Oudheidkundige Dienst  in Nederlandsch-Indie (ROD) tahun 1915. ROD tahun 1915 menyebutkan bahwa situs Miri berupa reruntuhan batu-batu candi posisinya berada di barat daya dari Candi Ijo.

Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala (SPSP) —sekarang Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) — Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan ekskavasi dan survei pada tahun 1989. Dari kegiatan tersebut diketahui bahwa Candi Miri terdiri atas tiga halaman (teras), yang makin ke timur makin tinggi. Halaman utama adalah halaman ketiga (teras III) yang terletak paling tinggi . Di teras III ini terdapat Candi Induk yang berukuran 10 m x 10 m, dengan pintu masuk candi terletak di sebelah barat.

Laporan dari kegiatan ini juga menyebutkan adanya sejumah temuan berupa antefik, umpak, doorpel, arca, yoni, dan kemuncak. Benda-benda temuan tersebut  mengindikasikan bahwa Candi Miri merupakan bangunan suci berlatar belakang agama Hindu.

Pada tahun 2019, BPCB DIY kembali melakukan kegiatan ekskavasi penyelamatan di Candi Miri. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Kegiatan ini berhasil menemukan beberapa objek antara sumuran candi, struktur pagar yang memanjang dari arah utara-selatan di bagian timur candi, dan kolam-kolam. Kolam-kolam yang ada di Candi Miri diduga memiliki fungsi yang sama seperti kolam-kolam yang ada di Kompleks Ratu Boko, yaitu tandon air yang berfungsi sebagai tempat cadangan air. Hasil ekskavasi tersebut saat ini sudah ditutup kembali.

Baca Juga

Stasiun Tugu Yogyakarta

BPCB DIY - 24 Februari 2022

Stasiun Tugu merupakan stasiun besar kedua yang didirikan di Yogyakarta setelah Stasiun Lempuyangan. Stasiun Lempuyangan dibangun oleh perusahaan...

Gereja Santo Yusup Bintaran

BPCB DIY - 10 Januari 2022

Pada awalnya, permukiman orang-orang Eropa dibangun di kawasan bernama Loji Cilik atau Loji Kecil. Kawasan ini semakin meluas hingga ke daerah di...

Kapanewon Tempel

BPCB DIY - 18 Februari 2021

Bangunan Kapanewon Tempel terletak di Dusun Tempel, Lumbungrejo, Tempel, Sleman. Bangunan ini  telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya dengan...

Candi Kimpulan

BPCB DIY - 12 Januari 2021

Candi Kimpulan ditemukan pada 11 Desember 2009 di lokasi pembangunan perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII), Jalan Kaliurang Km. 14,5,...