Rumah Sakit Panti Rapih

Cagar Budaya Tidak Bergerak
18 Agustus 2021 18 Agustus 2021
Bagikan

1 / 8
2 / 8
Bangunan Rumah Sakit Panti Rapih tampak barat daya (Foto: Dok. BPCB DIY 2010)
3 / 8
Bangunan Rumah Sakit Panti Rapih tampak barat daya (Foto: Dok. SPSP DIY 2000)
4 / 8
Jenderal Sudirman saat di Rumah Sakit Panti Rapih (Foto: Repro Buku Mengenal Panglima Besar Jenderal Sudirman)
5 / 8
Replika Bangsal RS Panti Rapih yang pernah digunakan untuk merawat Panglima Besar Jenderal Sudirman (Foto: Dok. BPCB DIY 2010)
6 / 8
Situasi ruang replika Bangsal RS Panti Rapih yang pernah digunakan untuk merawat Panglima Besar Jenderal Sudirman (Foto: Dok. BPCB DIY 2010)
7 / 8
Prasasti yang ditulis oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman (Foto: Dok. BPCB DIY 2010)
8 / 8
Detail isi Prasasti yang ditulis oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman (Foto: Dok. BPCB DIY 2010)
KETERANGAN

Pembangunan rumah sakit Panti Rapih tidak terlepas dari sejarah perkembangan penyebaran agama Katolik di Yogyakarta pada masa Hindia Belanda. Pengurus Gereja Katolik saat itu hendak membuka pelayanan kesehatan karena masih sedikitnya layanan kesehatan. Upaya pengembangan layanan kesehatan ini sempat mengalami kendala, sebab para Suster dari Ordo Fransiskan menolak untuk mengelola layanan kesehatan. Mereka memilih fokus di bidang pendidikan.

 Pada tahun 1921, pengurus Gereja Yogyakarta meminta bantuan kepada Suster Carolus Borromeus (CB) yang berpusat di Maastricht, Belanda, untuk mengelola rumah sakit. Kebetulan salah satu mantan siswa dari sekolah keperawatan yang dikelola Suster Carolus Borromeus adalah Ny. Caroline Schmutzer van Rijckvorsel yang merupakan istri dari Ir. Julius Schmutzer, direktur Pabrik Gula Gondanglipuro, Ganjuran, Bantul. Maka, Ir. Julius Schmutzer mendukung pendirian rumah sakit.

 Tahap awal dari pendirian Rumah Sakit adalah membentuk  yayasan Onder de Bogen oleh pengurus Gereja Yogyakarta pada 22 Februari 1927. Rumah sakit Onder de Bogen mulai dibangun pada 1928.  Peletakkan batu pertama dilakukan oleh Ny. Caroline Schmutzer van Rijckvorsel pada 14 September 1928.

 Pada 14 September 1929, bangunan tersebut diresmikan oleh Sultan Hamengku Buwana VIII dan diberi nama rumah sakit Onder de Bogen yang berarti ”di bawah lengkungan”, karena bangunan tersebut dihiasi banyak lengkung yang merupakan gambaran dari suatu kebulatan tekad untuk memberikan cinta kasih terhadap sesama.

 Pada masa penjajahan Jepang, segala hal yang berbau Belanda dihilangkan, tidak terkecuali nama rumah sakit Onder de Bogen. Oleh karena itu, nama tersebut  pun akhirnya dihapus dan diganti dengan nama yang berbahasa Indonesia. Mgr. Albertus Soegijopranoto, SJ menggantinya dengan nama Panti Rapih yang berarti rumah penyembuhan.

Di rumah sakit ini terdapat paviliun yang pernah ditempati oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Sultan Hamengku Buwana VIII sewaktu sakit.  Rumah Sakit Panti Rapih juga banyak merawat para pejuang yang terluka dalam pertempuran memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Bangunan rumah sakit terletak di Jalan Cik Di Tiro No. 30 Yogyakarta, menghadap ke barat. Pada bagian depan terdapat kanopi berbentuk limasan, namun meruncing pada ujungnya yang berfungsi sebagai ventilasi udara. Seluruh pintu dan jendela bangunan berbentuk lengkungan. Bangunan telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya dengan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. PM.07/PW.007/MKP/2010.

Baca Juga

Situs Payak

BPCB DIY - 18 Desember 2020

Situs Payak terletak di Dusun Bintaran Wetan, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berada pada...

Rumah Tradisional Milik Siswanto

BPCB DIY - 22 Februari 2021

Rumah ini terletak di Ngawis  Karangmojo, Gunungkidul. Dibangun pada tahun 1890-an oleh R.Mangunkartiko (lurah Ngawis sekitar tahun 1890-an)...

Candi Risan

BPCB DIY - 10 Maret 2021

Candi Risan terletak di Desa Candirejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi candi ini di perbukitan yang...

Situs Palgading

BPCB DIY - 29 Desember 2020

Situs Palgading terletak di Dusun Palgading, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Situs Palgading...

Candi Ijo

BPCB DIY - 20 Januari 2021

Secara administratif Candi Ijo terletak di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi...