Situs Payak

Cagar Budaya Tidak Bergerak
18 Desember 2020 18 Desember 2020
Bagikan

1 / 8
2 / 8
Kegiatan penggalian Situs Payak pada bulan Maret 1980
3 / 8
Arca Dewa Siwa yang terbuat dari batu putih ditemukan di Situs Payak
4 / 8
Peripih berlubang 17 buah yang melambangkan Wastu Purusa Mandala
5 / 8
Benda temuan hasil ekskavasi arkeologi di Situs Payak berupa Fragmen tutup dan pegangan kendi
6 / 8
Benda temuan hasil ekskavasi arkeologi di Situs Payak berupa Kereweng bermotif garis
7 / 8
Benda temuan hasil ekskavasi arkeologi di Situs Payak berupa Kereweng bermotif duri ikan
8 / 8
Benda temuan hasil ekskavasi arkeologi di Situs Payak berupa Fragmen keramik
KETERANGAN

Situs Payak terletak di Dusun Bintaran Wetan, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berada pada koordinat 49 M, UTM x: 0440227 dan y : 9134075, dengan  ketinggian 72,78 meter di atas permukaan air laut.

Situs Payak ditemukan sekitar tahun 1970 oleh para pembuat bata. Lokasi penemuan situs ini memang sejak dahulu merupakan tempat pembuatan bata. Penanganan terhadap Situs Payak dilakukan Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Daerah Istimewa Yogyakarta/ SPSP DIY (sekarang Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta) dengan melaksanakan kegiatan ekskavasi penyelamatan dalam empat tahap meliputi:

1.  Tahap pertama dilaksanakan pada 3 s.d. 9 Maret 1980;

2.  Tahap kedua dilaksanakan pada 21 s.d. 30 Maret 1980;

3.  Tahap ketiga dilaksanakan pada 23 Maret s.d. 5 April 1981;

4.  Tahap keempat dilaksanakan pada 25 Januari s.d. 31 Maret 1983.

Berdasarkan hasil kegiatan ekskavasi tersebut diketahui bahwa Situs Payak merupakan bekas petirtaan kuno. Di Situs Payak terdapat sebuah bangunan yang terbuat dari batu putih (tuff) berbentuk menyerupai huruf “U”. Kedudukannya berada 6 meter di bawah permukaan tanah. Diperkirakan dahulu berfungsi sebagai tempat permandian.

Di bawah bangunan yang berbentuk huruf “U”,  terdapat kolam berukuran 3,12 m x 1,24 m. Bangunan kedua berupa dasar lantai halaman kolam dengan ukuran 3,12 meter x 1,86 meter. Kedalaman kolam 60 cm.

Pada dinding sisi barat laut terdapat relung untuk menempatkan arca Dewa Siwa yang terbuat dari batu putih. Berdasarkan langgam arca tersebut, diperkirakan situs ini dibangun pada abad ke-9 Masehi.

Dari kegiatan ekskavasi juga ditemukan beberapa artefak berupa fragmen  gerabah, dan  wadah peripih dengan lubang berjumlah 17 buah, yang melambangkan Wastu Purusa Mandala, yaitu diagram yang berfungsi sebagai rancangan metafisika dan tata letak bangunan. Peripihnya  terdiri atas lempengan emas dan perak.

Banyaknya artefak yang ditemukan di Situs Payak menunjukkan bahwa situs ini dahulu merupakan ruangberaktivitas masyarakat pada zamannya. Terutama yang berkaitan erat dengan upacara-upacara keagamaan. Diperkirakan Situs Payak merupakan tempat pengambilan air suci pada upacara keagamaan Hindu.

Baca Juga

Candi Gampingan

BPCB DIY - 25 Desember 2020

Candi Gampingan terletak di Dusun Gampingan, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Gampingan...

Kantor Kedaulatan Rakyat

BPCB DIY - 11 Februari 2022

Latar Belakang Berdirinya “Kedaulatan Rakyat” Pada saat tentara pendudukan Jepang menguasai Yogyakarta, Barisan Propaganda Jepang...

Rumah Sakit Panti Rapih

BPCB DIY - 18 Agustus 2021

Pembangunan rumah sakit Panti Rapih tidak terlepas dari sejarah perkembangan penyebaran agama Katolik di Yogyakarta pada masa Hindia Belanda....

Stasiun Tugu Yogyakarta

BPCB DIY - 24 Februari 2022

Stasiun Tugu merupakan stasiun besar kedua yang didirikan di Yogyakarta setelah Stasiun Lempuyangan. Stasiun Lempuyangan dibangun oleh perusahaan...

Candi Morangan

BPCB DIY - 11 Februari 2021

Candi Morangan berada di Dusun Morangan, Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Morangan...